Sejarah

By PMI Kota Salatiga 07 Apr 2014, 13:10:57 WIB

SEJARAH PMI KOTA SALATIGA

Berdirinya Palang Merah di Indonesia sebenarnya sudah dimulai sejak masa sebelum Perang Dunia Ke-II. Saat itu, tepatnya pada tanggal 21 Oktober 1873 Pemerintah Kolonial Belanda mendirikan Palang Merah di Indonesia dengan nama Nederlands Rode Kruis Afdeling Indie (Nerkai), yang kemudian dibubarkan pada saat pendudukan Jepang.

Perjuangan untuk mendirikan Palang Merah Indonesia sendiri diawali sekitar tahun 1932. Kegiatan tersebut dipelopori oleh Dr. RCL Senduk dan Dr Bahder Djohan. Rencana tersebut mendapat dukungan luas terutama dari kalangan terpelajar Indonesia. Mereka berusaha keras membawa rancangan tersebut ke dalam sidang Konferensi Nerkai pada tahun 1940 walaupun akhirnya ditolak mentah-mentah. Terpaksa rancangan itu disimpan untuk menunggu kesempatan yang tepat. Seperti tak kenal menyerah, saat pendudukan Jepang, mereka kembali mencoba untuk membentuk Badan Palang Merah Nasional, namun sekali lagi upaya itu mendapat halangan dari Pemerintah Tentara Jepang sehingga untuk kedua kalinya rancangan itu harus kembali disimpan.

Tujuh belas hari setelah proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945, yaitu pada tanggal 3 September 1945, Presiden Soekarno mengeluarkan perintah untuk membentuk suatu badan Palang Merah Nasional. Atas perintah Presiden, maka Dr. Buntaran yang saat itu menjabat sebagai Menteri Kesehatan Republik Indonesia Kabinet I, pada tanggal 5 September 1945 membentuk Panitia 5 yang terdiri dari: dr R. Mochtar (Ketua), dr. Bahder Djohan (Penulis), dan dr Djuhana, dr Marzuki, dr. Sitanala (anggota). Akhirnya Perhimpunan Palang Merah Indonesia berhasil dibentuk pada 17 September 1945 dan merintis kegiatannya melalui bantuan korban perang revolusi kemerdekaan Republik Indonesia dan pengembalian tawanan perang sekutu maupun Jepang. Oleh karena kinerja tersebut, PMI mendapat pengakuan secara Internasional pada tahun 1950 dengan menjadi anggota Palang Merah Internasional dan disahkan keberadaannya secara nasional melalui Keppres No.25 tahun 1959 dan kemudian diperkuat dengan Keppres No.246 tahun 1963. Kini jaringan kerja PMI tersebar di 30 Daerah Propinsi / Tk.I dan 323 cabang di daerah Tk.II serta dukungan operasional 165 unit Transfusi Darah di seluruh Indonesia.

PMI Kota Salatiga merupakan salah satu cabang PMI Provinsi Jawa Tengah dari beberapa PMI cabang lain yakni Kab. Tegal, Kota Tegal, Kab. Pekalongan, Kota Semarang, Kab. Semarang, Kab. Temanggung, Kab. Kendal, Kab. Demak, Kab. Grobogan dan beberapa cabang di wilayah Jawa Tengah. Menurut saksi hidup sebagai narasumber kami yaitu Ibu Rahayu Surtini beliau merupakan purn. Kepala Markas PMI Provinsi Jawa Tengah, bahwa PMI Kota Salatiga diketuai pertama kali oleh Bapak Broto, sejak berdirinya PMI kota Salatiga telah mengalami perpindahan beberapa kali. Pada tahun 1960 – 1965 bermarkas di Rumah Sakit Dinas Kesehatan Tentara yang sekarang bernama RST. Dr. Asmir (Denkesyah 04.04.03) Salatiga. Kemudian pada Tahun 1966-1970 berpindah ke kompleks Pemerintah Daerah Kodya Salatiga yang diketuai oleh Bpk. dr. Subarkat serta Bpk Ngadiman sebagai sekretaris. Pada tahun 1971 – 1980 berpindah lagi ke bagian samping belakang Gedung Nasional yang sekarang menjadi Gedung Pertemuan Daerah yang diketuai oleh Bapak Yono yang merupakan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kodya Salatiga dengan Bpk.Gunadi sebagai sekretaris. Kemudian pada tahun 1981 – 2010 berpindah ke Jl. Pemuda No. 11 A yang diserahkan oleh pemerintah kota salatiga sebagai hak guna pakai PMI Kota Salatiga. Yang diketuai oleh Bpk. dr. Soeharsono, S. selama dua periode (1992-1997, 1997-2002) dan Bpk Husodo Wiyatmo, SH., M.Hum sebagai sekretaris  kemudian dilanjutkan oleh Bapak dr. H. Kuntjoro Adi Purjanto, MMR selaku direktur RSUD Kota Salatiga selama dua periode (2002-2007, 2007-2012) dengan Ibu Siti Muawanah, S.Pd sebagai Sekretaris, kemudian pada pada tahun 2010 - sekarang berpindah ke Jl.Osamaliki No. 20 Salatiga yang juga diberikan hak guna pakai oleh pemerintah Kota Salatiga. Pada tahun 2012- sekarang diketuai oleh Bpk. Dr. Muh. Haris, SS, M.Si selaku Wakil Walikota Salatiga dan Ibu Siti Muawanah, M.Pd sebagai Sekretaris.

Pada tahun 1975-2012 Pusdiklat PMI Provinsi Jawa Tengah berada di PMI Kota Salatiga tepatnya di Jl. Hasanudin, Ngawen Kec. Sidomukti sehinga seringkali Pengurus, Staf dan Relawan terlibat pada kegiatan pelatihan baik sebagai panitia maupun peserta pelatihan. Pada tahun 2012-sekarang Pusdiklat PMI Provinsi Jawa Tengah berada satu kompleks dengan Markas dan UDD PMI Provinsi Jawa Tengah di. Jl. Arumsari RT 11 RW 02 Sambiroto, Semarang.

Pada Tahun 1975 – 2005 Bapak Chandra Santoso menjabat sebagai Kepala Markas PMI Kota Salatiga yang berperan aktif dalam semua kegiatan kepalangmerahan di PMI Kota Salatiga, kemudian pada tahun 2005-2011 dilanjutkan oleh Bapak. Prasojo Broto Saptono, tahun 2011-2017 dilanjutkan oleh Saudara Tri Sukrisdyanto, tahun 2017-2019 dilanjutkan oleh Saudara Sarbini sebagai Plt Kepala Markas dan pada Tahun 2020 – sekarang dilanjutkan oleh Bapak Pujo Santoso sebagai Kepala Markas PMI Kota Salatiga.

Dalam kesehariannya PMI Kota Salatiga terbagi menjadi dua bagian yakni UDD (Unit Donor Darah) dan Unit Markas yang keduanya saling bahu - membahu dalam melaksanakan kegiatan kepalangmerahan dimana untuk kegiatan-kegiatan tersebut juga dibantu oleh Relawan.